Lima Kesalahan Pembukuan yang Membuat Laporan Keuangan Ditolak Bank
Laporan yang rapi bukan sekadar syarat administratif — ia menentukan apakah pengajuan kredit Anda disetujui.
Bank tidak hanya melihat angka laba. Mereka menilai apakah laporan Anda konsisten, dapat ditelusuri, dan wajar dibanding industri sejenis. Berikut kesalahan yang paling sering kami temukan saat merapikan pembukuan klien baru.
1. Kas perusahaan bercampur kas pribadi
Ini temuan nomor satu. Penarikan pribadi yang dicatat sebagai biaya usaha membuat laba tampak lebih kecil dan rasio keuangan menjadi buruk.
2. Rekonsiliasi bank tidak pernah dilakukan
Saldo buku dan saldo rekening koran berbeda tanpa penjelasan. Ini pertanda paling cepat bagi analis kredit bahwa pembukuan tidak dapat diandalkan.
3. Persediaan tidak pernah dihitung fisik
Nilai persediaan hanya hasil taksiran, sehingga harga pokok penjualan ikut meleset dan laba menjadi tidak wajar.
4. Omzet di laporan berbeda dengan SPT
Perbedaan antara laporan keuangan dan SPT Tahunan adalah tanda bahaya, baik bagi bank maupun bagi pemeriksa pajak.
5. Tidak ada catatan atas laporan keuangan
Tanpa CALK, pembaca tidak tahu kebijakan akuntansi yang Anda pakai — misalnya metode penyusutan atau pengakuan pendapatan.
Kelima hal ini bisa diperbaiki. Semakin cepat dibenahi, semakin baik posisi Anda saat mengajukan pendanaan.
Butuh pendampingan untuk kasus Anda sendiri?
Artikel ini bersifat umum. Setiap perusahaan punya kondisi berbeda — konsultasikan langsung agar penanganannya tepat.
Konsultasi Gratis